Senin, 07 Januari 2013

Pasar Campur Keraton di Kanoman, Cirebon.

img
Saat traveling ke Cirebon, Anda bisa menggabungkan belanja sambil wisata sejarah. Tempat itu adalah Kanoman, di mana pasar berbaur dengan keraton berusia 5 abad. Asyik, seru dan eksotis!

Cirebon memiliki 4 keraton, salah satunya adalah Keraton Kanoman di Jl Kanoman, Cirebon. Ini adalah kawasan kota tua Cirebon dengan aneka bangunan antik dan cagar budaya mulai dari kelenteng tua sampai bangunan kolonial Belanda.

detikTravel mampir ke tempat ini minggu lalu. Tidak sulit mencarinya. Semua orang Cirebon pasti bisa menunjukan jalan menuju ke Pasar Kanoman. Pagi hari itu, suasana hiruk pikuk pasar menyambut saya.

Nikmatilah suasananya, karena tidak semua hal yang ada di pasar ini bisa dijumpai di pasar lain. Pasar Kanoman memiliki fasad bergaya kolonial, namun sebenarnya ini hasil renovasi. Silakan masuk ke dalam sambil selap-selip di antara becak yang lalu lalang.

Anda bisa melihat aneka barang dagangan khas di Cirebon. Misalnya saja penjual produk laut. Anda akan mudah menemukan blakutak, cumi bulat gemuk yang di Cirebon selalu dimasak dengan tintanya. Blakutak lezat bisa Anda nikmati di berbagai warung Nasi Jamblang khas Cirebon.

Masih soal seafood, banyak juga penjual ikan pari asap. Ya, ikan yang biasa menjadi sahabat para diver ini, versi kecilnya bisa Anda temukan dalam bentuk potongan daging asap di Pasar Kanoman. Biasanya orang Cirebon memasaknya dengan tumis cabai hijau.

Anda juga bisa melihat aktivitas penjual cabai merah iris yang mengiris sampai puluhan kilogram cabai. Orang Cirebon suka dengan cabai dengan rona merah menyala, walaupun tidak terlalu pedas, karena biji cabainya sudah dibuang.

Puas berkeliling Pasar Kanoman, jangan pulang dulu. Terus mengikuti jalan utama yang membelah dua gedung Pasar Kanoman. Jalan itu akan membawa wisatawan ke sebuah tempat lapang di belakang pasar, dengan bangunan antik dan cantik, itulah Keraton Kanoman.

Keraton yang dibangun tahun 1588 itu masih berdiri dengan anggun saat mentari pagi dengan hangat menyinarinya. Yang paling keren dari semua bangunan keraton di Cirebon adalah dinding keratonnya yang berhias keramik asli dari zaman Dinasti Ming.

Kalau Anda penyuka fotografi, wajib membuat foto macro dari detil keramik Cina ini. Bayangkan, satu keramik ini nilainya puluhan juta rupiah! Arsitektur Keraton Kanoman adalah bentuk akulturasi Jawa, Islam dan China, luar biasa bukan?

Masih di sekitar keraton, ada juga Masjid Agung Kanoman dengan arsitektur yang dipengaruhi kolonial Belanda. Ini terlihat dari pintu-pintu yang besar, tiang-tiang putih besar bergaya Romawi. Wah, di kawasan ini, mata wisatawan sungguh dimanja dengan aneka bangunan yang mempesona.

Nah, sebelum melangkahkah kaki untuk meninggalkan tempat ini, wisatawan akan kembali melewati Pasar Kanoman. Inilah saatnya membeli oleh-oleh. Datangi lapak pedagang kerupuk melarat, rengginang udang, kerupuk kulit, gapit dan aneka camilan khas Cirebon sebagai buah tangan.

Kanoman adalah tempat yang tepat untuk melewatkan pagi yang berkesan di Cirebon. Selepas itu, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan berkeliling Kota Udang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar