![]() |
| Ilustrasi |
“Bro, aku pinjam dulu dong uang kamu buat makan. Uangku belum dikirim”, begitulah sekiranya ucapan polos mahasiswa yang uangnya habis, sedang kirimannya belum tiba.
Banyaknya kebutuhan
mahasiswa, seringkali membuat keuangan mereka kedodoran. Padahal mungkin jumlah
kiriman dari orang tua per bulannya lebih dari cukup bagi orang yang pandai
mengatur keuangannya.
Kebutuhan mahasiswa memang sangat
kompleks. Biasanya uangnya itu habis karena shopping atau jajan. Selain
itu, bahan bakar kendaraan bermotor juga bisa menguras jumlah rekening di ATM.
Dan sisanya biasanya karena hura-hura. Pada dasarnya, besar kecilnya kiriman
dari orang tua, bukan menjadi faktor penyebab mengapa seringkali uang kita itu
habis sebelum tiba kiriman lagi. Entah itu dikirim tiap bulannya, atau pun tiap
minggu dikirim. Keduanya sama, karena faktor pengelolaan keuangan yang buruk.
Terkadang mahasiswa lebih memprioritaskan kebutuhan sekunder atau pun tersier
daripada kebutuhan primer. Padahal dalam teori ekonomi, sangat jelas dikatakan
bahwa manajemen keuangan yang ideal itu apabila kebutuhan primer dipenuhi
terlebih dahulu dan sisanya baru kebutuhan sekunder dan tersier. Nah, proses
ini yang seringkali terbalik dilakukan oleh mahasiswa.
Mengidentifikasi antara ketiga
kebutuhan ini yang agak susah membedakannya. Kebutuhan orang mampu dengan
mereka kelas menengah atau pun kelas bawah jelas sangat berbeda. Butuh
kecermatan yang mendalam. Bagi orang mampu, motor atau pun mobil merupakan
kebutuhan primer, sedangkan mereka yang kelas menengah dan bawah kebutuhan itu
merupakan kebutuhan tersier atau pun sekunder. Inilah yang menjadi
permasalahannya. Karena berada dilingkungan mahasiswa kelas atas, mahasiswa
kelas menengah atau pun bawah selalu memaksakan kehendaknya untuk mendahulukan
kebutuhan sekunder dan tersier daripada kebutuhan primer. Meskipun kiriman
mereka pas-pasan, mereka tidak mau dibilang ketinggalan zaman kalau hanya punya
sepeda sehingga memaksa mereka untuk mengkredit motor.
Atau misalnya juga, karena sering
bergaul dengan mahasiswa yang mampu (kaya) dan bahkan telah masuk dalam geng
mereka, tempat makannya pun berubah yang seharusnya mungkin sebaiknya makan di burjo
maka sekarang harus makan di restoran yang mewah. Jelas harganya sangat mahal
dan itu tidak menjangkau kiriman mereka yang cuma berapa ratus ribu
perbulannya. Akhrinya, pilihan terakhir adalah meminjam sama teman karena
uangnya sudah habis, padahal baru tengah bulan. Beruntung kalau bisa dibayar
utang-utangnya itu. Tetapi, untuk kasus yang serupa ini, susah dibayarnya. Jalan
terakhir untuk menghindari dari tagihan utang itu adalah pindah kos. Sungguh
kasihan.
Dampaknya selain ngutang
adalah perkuliahan terganggu karena uang kuliah belum dibayar. Ternyata
disamping ngutang, uang kiriman orang tua yang untuk bayar SPP di kampus,
juga di pakainya untuk sebagian bayar utang dan sisanya kembali ikut gabung
dengan gengnya itu. Kalau sudah seperti ini, tinggal tunggu gagalnya.
Sebenarnya, belum terlambat kalau
sudah terlanjur seperti itu jika ingin mau berubah. Di sini bukan berarti kamu
harus menjauhi teman-temanmu yang pada kaya-kaya itu. Bersahabat bolehlah
bersahabat, tetapi sebelumnya kita harus tahu dulu, siapa diri kita? Ketika
sudah tahu diri kita yang sebenarnya, maka silahkan bersahabat dan jalan
bersama mereka. Dalam hal ini, identitas diri sangat berarti. Posisi kamu itu
dimana, apakah kamu adalah mahasiswa kelas atas, menengah, atau bawah? Setelah
kamu mengetahui posisi kamu, maka kemudian telitilah dengan manejemen
keuanganmu.
Kalau kamu adalah termasuk
mahasiswa kelas atas, bukan berarti uang yang kamu miliki seenaknya untuk kamu
gunakan. Berfoyah-foyah kesana kemari bersama teman-teman. Karena mungkin
merasa diri punya uang banyak, maka semua teman-temanmu sering kamu traktir.
Jelas ini juga tidak benar. Bila seperti ini, kamu sama saja dengan mereka yang
sering-sering ngutang. Jelas ini tidak kamu inginkan. Nah, langkah yang
terbaik bagi kamu adalah selalu menyisihkan sebagian dari uang kiriman kamu.
Tidak usah terlalu banyak, tetapi keteraturan dan kesungguhan kamu untuk
menyisihkan. Bila perlu, kamu buat rekening baru yang khusus untuk tabungan
kamu tanpa sepengetahuan orang lain, termasuk orang tuamu. Dan yang terpenting
adalah berjanjilah kepada dirimu untuk bersungguh-sungguh menabung dan tidak
berfoyah-foyah.
Kalau kamu adalah termasuk
mahasiswa kelas menengah, sebaiknya mengklarifikasi lebih dahulu kebutuhan
primer dan sekunder bagi kamu. Jangan memikirkan dulu kebutuhan tersier.
Kebutuhan primer di sini adalah kebutuhan yang selalu kamu pakai atau gunakan. Dalam
hal ini yaitu, sandang, pangan dan papan. Sedangkan kebutuhan sekunder adalah
kebutuhan yang terkadang kamu gunakan atau pakai. Biasanya frekuensi
penggunaannya itu jarang, tidak dilakukan setiap hari. Hal ini lebih kamu yang
mengetahuinya daripada saya. Oleh karena itu, cermat-cermatlah dalam memilih
kebutuhan untuk yang didahulukan. Jangan lupa juga, jika ada sisanya,
tabunglah. Itu akan sangat berguna bagi kamu.
Terakhir, kalau kamu adalah
termasuk mahasiswa kelas bawah, sudah seharusnya bagi kamu untuk lebih berhemat
dan benar teliti dalam pengeluaran. Kamu tidak usah bergantung pada kiriman
yang ada, tetapi kamu harus mencoba untuk mandiri. Dalam hal ini, cobalah kamu
mencari kerja sampingan, shift malam. Tetapi ingat, tidak boleh
menganggu perkuliahanmu. Bagaimanapun juga, kuliah harus lebih diutamakan. Jika
kamu kreatif, kamu bisa bekerja sambil belajar. Belajar itu tidak harus duduk
di depan meja atau menyendiri di dalam kamar. Tetapi, dimana saja sebenarnya
bisa kamu belajar. Kamu juga harus lebih disipin dengan waktu yang ada. Jangan
biarkan waktumu itu biar sejam terbuang sia-sia. Waktu istrahat, gunakanlah
sebaik mungkin, dan sama halnya dengan waktu-waktu yang lain.
Mencoba sesuatu yang baru itu
butuh proses. Dan sama dengan cara yang ditawarkan tadi. Bagi kamu yang sudah
terbiasa mungkin bukan menjadi masalah, tapi bagi mereka yang belum sama sekali
mencoba, ingatlah sesuatu itu butuh proses dan akan ada hikmahnya. Teruslah
berdoa, barengin bekerja dengan berdoa. Dan yang terpenting itu adalah niat.
Mulailah berniat dari sekarang. Semoa sukses. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar